Sempat Terhenti, Kegiatan Belajar Mengajar di Wamena Sudah Normal

Sempat Terhenti, Kegiatan Belajar Mengajar di Wamena Sudah Normal
437 Views

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Panglima TNI dan Kapolri untuk menjamin keselamatan dan keamanan guru dan siswa di daerah konflik.

Muhadjir mengatakan, berdasarkan laporan yang ia terima kepolisian setempat sudah menjamin keadaan di Wamena membaik.

Ia pun memastikan aktivitas sekolah kembali normal pascakonflik sosial di Wamena, Papua.

Sebelumnya, kegiatan belajar mengajar di Wamena sempat terhenti karena banyaknya bangunan sekolah yang rusak. Selain itu, para guru dan siswa banyak yang mengungsi ke luar Wamena setelah peristiwa tersebut.

Muhadjir mengatakan bahwa pelayanan pendidikan tidak boleh terhenti di tengah situasi konflik yang terjadi di Wamena dan Nduga, Papua.

“Saya minta kalau ada teman-temannya yang belum masuk sekolah harus diajak kembali, terutama dari luar yang masih mengungsi, yang belum tertampung supaya ditampung. Kemudian kalau ada anak dari Wamena yang sekarang keluar juga bersama orang tuanya supaya diajak, diminta balik ke Wamena,” kata Muhadjir saat kunjungannya ke Wamena, Selasa (15/10).

Terkait adanya sekolah yang rusak, Kemendikbud berkomitmen untuk merehabilitasi sekolah-sekolah tersebut. Sebab, hal itu penting untuk menjamin terselenggaranya proses belajar mengajar di sekolah.

Di Kota Wamena, dari 50 satuan pendidikan yang ada, 23 di antaranya mengalami kerusakan. Sebanyak lima Sekolah Dasar (SD), sepuluh Sekolah Menengah Pertama (SMP), lima Sekolah Menengah Atas (SMA), dan tiga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mengalami kerusakan ringan dan sedang, seperti kerusakan pada kaca jendela ruang kelas, pintu, papan nama sekolah. Satu ruangan Kepala SMP YPPK St. Thomas dilaporkan habis dibakar.

Kerusuhan di Wamena, berawal dari aksi demonstrasi para siswa di kota tersebut. Aksi demonstrasi yang dilakukan merupakan protes atas aksi dugaan rasialisme yang dilakukan oleh guru pendatang.

Hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang belum kembali ke rumah mereka. Jumlah eksodus akibat kerusuhan tersebut tercatat sekitar 17.393 orang.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *