Soal Omnibus Law Buruh jangan Mau Diperalat Said Iqbal

Soal Omnibus Law Buruh jangan Mau Diperalat Said Iqbal
196 Views

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) berencana menggelar demonstrasi besar-besaran di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada awal 2020.

Demo ini bakal digelar untuk meminta DPR membatalkan atau menolak usulan pemerintah terkait omnibus law yang disebut tak ramah terhadap buruh

Presiden KSPI Said Iqbal menjelaskan demonstrasi itu akan digelar pada 16 Januari 2020 mendatang. Rencananya, demonstrasi tak hanya terjadi di Jakarta namun ada 100 ribu-an buruh yang akan menggelar demonstrasi di 200 kabupaten/kota di 20 provinsi. Khusus di Jakarta, aksi unjuk rasa rencananya itu akan diikuti oleh sekitar 20 ribu hingga 30 ribu buruh.

“Kalau di Jakarta di pusatkan di DPR RI,” kata Said Iqbal di Gedung Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Jalan Diponego
ro, Jakarta Pusat, Sabtu (28/12).

Presiden KSPI, Said Iqbal adalah biang kegaduhan. Dirinya hanya ingin mengambil untung pribadi dari proses pembuatan RUU Omnibus Law dengan memanfaatkan kaum buruh.

Sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menargetkan omnibus law yang terdiri atas Undang-undang Cipta Lapangan Kerja dan UU Perpajakan dibahas dengan DPR pada Januari 2020.

“Kami akan selesaikan dan kita akan masukkan pada Januari (2020),” kata Yasonna saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jum’at (27/11) lalu.

Omnibus law UU Cipta Lapangan Kerja akan menyelaraskan 82 Undang-undang (UU) dan 1.194 pasal.

Yasonna menuturkan omnibus law UU Cipta Lapangan Kerja didesain untuk menciptakan lapangan kerja sebesar-besarnya, perlindungan UMKM, mendorong pertumbuhan UMKM, investasi dan ekspor.

Saat ini, pemerintah masih menyusun draf RUU Cipta Lapangan Kerja dengan mengumpulkan masukan dari berbagai pihak.

Pemerintah bahkan sempat memanggil KSPI untuk membahas rancangan undang-undang tersebut, namun Said Iqbal beranggapan itu formalitas.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *