Soal Tabloid Indonesia Barokah, Luhut: Selama Berita Itu Benar Kita Wajib Menjelaskan ke Masyarakat

0
42

Radarkontra – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, menanggapi polemik beredarnya tabloid Indonesia Barokah. PAsalnya berita yang beredar di tabloid itu dianggap menyudutkan pasangan Capres-Cawapres nomor 01, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Diakuinya, secara keseluruhan dirinya belum membaca semua isi konten tersebut.

“Saya enggak tahu detailnya, tapi kalau memberikan pencerahan kepada masyarakat kenapa tidak? Saya belum tahu persis,”ungkapnya usai memberikan arahan peserta Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan, Selasa (29/1).

Meski baru melihat sepintas, Luhut mengatakan tak melihat ada hoax yang disajikan dalam tabloid tersebut.

Ia menilai, selama konten tersebut bermanfaat bagi masyarakat, maka peredaran Tabloid Indonesia Barokah tak perlu dipermasalahkan. Selain itu, lanjut dia menjelaskan, bahwa sejauh ini belum ada yang keberatan terhadap pemberitaan di Tabloid Barokah.

“Kita belum lihat ada yang komplain. Kita tidak melihat ada berita tidak bagus dan hoaks di situ. Sepanjang berita itu benar, kita juga wajib memberikan penjelasan ke masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Ketua Dewan Pers akan mengirimkan hasil rekomendasinya soal konten Tabloid Indonesia Barokah ke Mabes Polri.

Rekomendasi Dewan Pers tersebut nantinya akan dipelajari oleh tim Bareskrim Polri.

“Terkait tabloid IB, siang ini akan segera dikirim surat dari Dewan Pers berupa hasil kajian komprehensif ke Mabes Polri,” kata Brigjen Dedi di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta, Selasa (29/1).

Selain itu, Tim Bareskrim juga mengkaji laporan dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

“Nanti akan di-combine dengan surat rekomendasi dari Dewan Pers,” katanya.

Terkait peredaran tabloid IB, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah menyatakan bahwa konten tabloid tersebut bukan merupakan pelanggaran Pemilu. Meski demikian, Bawaslu terus melakukan penelusuran.

Seperti diketahui, tabloid Indonesia Barokah beredar di sejumlah pesantren dan masjid di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Bawaslu pun telah berkoordinasi dengan PT Pos Indonesia dan sejumlah masjid agar tidak mengedarkan Tabloid Indonesia Barokah.

Terkait ramainya percakapan menegenai beredarnya tabloid Indonesia Barokah, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding, memastikan tabloid tersebut tidak ada hubungan dengan TKN, apalagi mengendalikannya.

“Karena itu diluar kontrol, diluar kendali kita. Oleh karena itu kami merasa tidak diuntungkan, juga tidak dirugikan,” jelas Karding usai peresmian Official Merchandise Paslon #01 di FX Mall, Jakarta, Jumat.

Namun Karding menilai, yang terpenting isi yang dimuat di dalam tabloid itu berupa fakta. “Sebenarnya dalam era demokrasi itu, ‘negative campaign’ boleh asalkan ada datanya dan faktanya. Dan yang tidak boleh adalah ‘black campaign’,” ujar Karding.

Karena itu, Karding mengimbau kubu pendukung Capres Nomor Urut 02 untuk mengikuti hukum dan peraturan yang berlaku mengenai Tabloid Indonesoa Barokah tersebut.