TKN Soal #KamiOposisi: Sebentar Bikin Sebentar Cabut, Rusak Masyarakat!

0
2122
TKN Soal #KamiOposisi - Sebentar Bikin Sebentar Cabut, Rusak Masyarakat!

Masih ingat dengan gerakan #2019GantiPresiden yang digagas Mardani Ali Sera yang dulu sempat meramaikan jagat maya? Tagar itu pula yang telah dinyatakan haram olehnya.

Kini seraya ingin mengulang kisah lama Politikus PKS ini kembali menyerukan tagar #KamiOposisi. Ada-ada saja penyakitnya belum sembuh juga.

Seolah sudah sembuh ia mengatakan, masyarakat yang sehat adalah yang partai politiknya memperhatikan suara publik. Ia beranggapan, kebesaran satu partai ditentukan seberapa kongruennya sikap dan perjuangan partai aspirasi publik.

Nah melalui akun Twitter-nya @MardaniAliSera ia kini menyerukan tagar #KamiOposisi.

“Semangat mencintai negeri #KamiOposisi,” cuit Mardani dalam akun Twitter-nya Selasa (2/4) lalu.

Bahkan dengan gombalnya lagi ia mengaku akan bekerja sama dengan pencipta lagu #2019GantiPresiden, Sang Alang. Ia mengaku sudah menghubunginya unutk keseriusan lagu itu.

“Sudah kontak-kontakan dengan musisi keren @SangAlang_107, insya Allah beliau siap ciptakan lagu #KamiOposisi,” tulisnya lagi.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua TKN Johnny G Plate menilai membuat gerakan adalah bagian dari hak warga negara.

“Kan itu hak demokrasinya. Kalau dia bikin tagar oposisi, kita juga bisa bikin tagar koalisi pemerintah. Apa urusannya. Enggak penting itu,” kata Johnny di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (4/7).

Meski demikian, Johnny mengaku akan mengapresiasi gerakan tersebut jika terbukti sebagai gerakan yang konstruktif. Namun, jika tidak, ia mengingatkan akan selalu ada konsekuensi yang diterima.

“Urusan mereka. Kalau jadi konstruktif, bagus. Kalau tidak konstruktif, terima risikonya,” ucapnya.

Mardani sebelumnya juga mengklaim gerakan #KamiOposisi ini bukan hanya domain parpol saja, tetapi juga masyarakat yang dulu mendukung Prabowo-Sandi. Namun, bagi Johnny, pembuatan tagar tersebut tidak ada urgensinya dan cenderung berdampak negatif bagi masyarakat.

“Kita tidak ada urusan dengan tagar-tagar mereka. Politik ini tidak sesederhana politik tagar. Nanti bikin tagar, cabut tagar, bikin tagar, bubarin tagar. Rusak masyarakat,” tegas dia.