TNI Apresiasi Ketertiban Masyarakat Palu Mengantri BBM Pasca gempa

0
205
TNI Apresiasi Ketertiban Masyarakat Palu Mengantri BBM Pasca gempa
TNI Apresiasi Ketertiban Masyarakat Palu Mengantri BBM Pasca gempa

PT Pertamina (Persero) melaporkan telah mengoperasikan layanan 32 Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) dari total 36 SPBU di wilayah terdampak gempa di Sulawesi Tengah, atau hampir 90 persen dari total SPBU.

Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas’ud Khamid sebelumnya menyatakan, Pertamina memulihkan layanan BBM di 5 SPBU di Kota Palu, yakni SPBU Jalan M Yamin, SPBU Jalan Kyai Hajar Dewantara, SPBU Jalan Ngurah Rai, SPBU Soekarno Hatta, dan SPBU Dewi Sartika. Dengan tambahan tersebut, total SPBU yang beroperasi di Palu menjadi 15 unit dari 17 SPBU yang ada.

“Tinggal dua SPBU di Palu yang sedang proses pemulihan, yakni SPBU Cumi-cumi dan Mamboro, karena rusak berat, dan ditargetkan Senin (8/10/2018) atau Selasa (9/10/2018) sudah pulih kembali,” kata dia dalam keterangan tertulis, Minggu (7/10/2018).

Dengan terpenuhinya stok BBM ini, antrian di SPBU-SPBU di Palu kini sudah mulai terurai. Seperti misalnya di SPBU Jalan Maluku, Muh Yamin dan Talise yang sebelumnya banyak antrian, kini sudah kembali normal. Kendaraan yang mengisi BBM pun hanya di sekitaran halaman SPBU.

Sementara SPBU di Donggala yang berjumlah 4 kini telah beroperasi 3 unit. Sedangkan dari 2 SPBU yang ada di Sigi, satu sekarang telah beroperasi. Sebanyak 13 SPBU lainnya yang beroperasi tersebar di Parigi Moutong (7 SPBU), Mamuju Tengah (3 SPBU), dan Mamuju Utara (3 SPBU).

Dalam pekan pertama masa tanggap darurat, Pertamina telah mengoperasikan 41 SPBU Portable dengan mesin engkol. Pertamina juga menindaklanjuti instruksi Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam Rapat Koordinasi di Kantor Gubernur Sulteng dalam mempercepat pemulihan layanan di SPBU.

“Pertamina juga sudah melayani BBM dengan mobile dispenser atau truk tanki yang memiliki nozzle. Hari ini sudah ada dua tangki dispenser dan nanti malam insya Allah akan datang kembali 10 unit tanki dispenser,” ujarnya.

Atas beroperasinya layanan SPBU, masyarakat Palu antusias mengantre BBM. Bahkan diantra mereka ada yang rela datang lebih pagi untuk mengisi BBM.

Tertibnya masyarakat Palu dalam hal mengantre BBM mendapat apresiasi aparat TNI. Bahkan saat masyarakat terpaksa mengambil langsung BBM dari tangki dalam tanah SPBU pada awal pascabencana di mana belum ada penjagaan aparat, warga juga mengantre secara tertib dan bergantian.

“Masyarakat tertib. Masyarakat juga sekali diomongi itu tidak boleh, ya tidak boleh. Kami arahkan begini-begini dia mengerti, itu enaknya,” kata Komandan Kompi 1 Pengamanan Palu, Letnan Satu Jamaludin, di Palu, Minggu (7/10).

Hingga hari kesembilan pascagempa berkekuatan 7,4 skala Richter pada Jumat (28/9), antrean BBM di seluruh SPBU Kota Palu sudah kembali normal.

Terciptanya situasi kondusif tidak terlepas dari masyarakat yang bisa diarahkan dan adanya penjagaan TNI-Polri di SPBU Pertamina.