TNI-Polri Berkoordinasi dengan Kementrian PUPR Terkait Kelanjutan Pembangunan Jalan Trans Papua

0
85
TNI-Polri Berkoordinasi dengan Kementrian PUPR Terkait Kelanjutan Pembangunan Jalan Trans Papua
TNI-Polri Berkoordinasi dengan Kementrian PUPR Terkait Kelanjutan Pembangunan Jalan Trans Papua

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan pembangunan Jembatan Kali Yigi, Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Papua, akan kembali dilanjutkan dalam waktu dekat.

Panglima mengatakan, jajarannya akan membentuk Tim Keamanan Bersama TNI-Polri untuk memperlancar proses pembangunan kembali fasilitas jembatan maupun Jalan Trans Papua di Kabupaten Nduga.

“Insya Allah tidak lama lagi satu minggu ke depan pembangunan jembatan dan jalan akan dilaksanakan kembali,” kata Marsekal Hadi saat konferensi pers di Hanggar Helikopter Bandara Mozes Kilangin Timika, Kamis (6/12/2018).

Guna memberikan rasa aman, Hadi mengatakan akan memberikan keamanan khusus bagi para pekerja proyek trans Papua.

Terkait hal itu, Panglima TNI akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk segera melanjutkan kembali pembangunan tersebut.

“Nanti segera kita koordinasikan juga dengan Menteri PUPR,” ujarnya.

Kelanjutan pembangunan jembatan dan jalan Trans Papua merupakan komitmen Pemerintah dalam menyelesaikan pembangunan sesuai target.

Hal tersebut menunjukkan Pemerintah sama sekali tidak takut dengan ancaman OPM sebab Pemerintah RI adalah pemerintahan yang sah, kuat, bermartabat dan berdaulat penuh atas wilayah NKRI.

Sebelumnya, jajaran TNI-Polri berhasil mengevakuasi 16 jenazah korban meninggal dunia di Kali Yigi. Para korban meninggal dunia itu sebagian sudah dievakuasi ke Timika dengan penerbangan Helikopter Penerbangan TNI AD.

Delapan korban selamat lainnya, termasuk korban selamat yang terlebih dahulu dievakuasi ke Wamena telah tiba di Timika pada Kamis siang kemarin.

Berdasarkan kesaksian dari satu korban selamat atas nama Jimy Aritonang, pada 2 Desember 2018 sebanyak 25 karyawan PT Istaka Karya dibawa oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dari lokasi kamp mereka ke Gunung Kabo.

Para karyawan PT Istaka Karya itu dilaporkan diikat tangannya dan disuruh berjalan kaki (bahkan berjalan jongkok) sembari diawasi ketat oleh sekitar 50-an KKB pimpinan Egianius Kogoya. Setiba di Gunung Kabo, KKB langsung menembaki para karyawan Istaka Karya.

“Dari 25 orang yang dilaporkan oleh Saudara Jimy Aritonang itu, 14 orang langsung meninggal di tempat dan 11 orang berpura-pura meninggal dan kemudian berusaha menyelamatkan diri,” Jelas Hadi.