Tolak Cawapres Hasil Ijtimak Ulama, Prabowo Hanya Cari Keuntungan dari GNPF Ulama

0
170

Radarkontra – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akhirnya benar-benar tidak mengindahkan keputusan hasil ijtimak ulama beberapa waktu lalu yang merekomendasikan Habib Salim Segaf Al Jufri dan Ustaz Abdul Somad.

Sudah dua pekan Ijtima Ulama yang digelar di Hotel Menara Peninsula berakhir. Kenyataannya Prabowo tetap kekeuh tidak menginginkan cawapres dari kalangan ulama dan lebih memilih cawapresnya sendiri pada detik-detik pendaftaran capres-cawapres Pilpres 2019.

Bahkan Prabowo juga menolak cawapres alternatif yang diajukan ijtimak ulama GNPF yakni Uztaz Arifin Ilham dan Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).

Prabowo sepertinya hanya ingin keuntungan dari GNPF Ulama dengan memainkan pola politik indentitas agama.

GNPF Ulama harus mengambil sikap tegas pasca Prabowo menentukan Cawapres yang tidak sesuai dengan hasil Ijtimak Ulama dan harus mengalihkan dukungan ke paslon lain karena Prabowo ternyata tidak sejalan dengan Ulama.

Ironisnya dimana sejak awal Imam Besar Umat Islam Habib Rizieq Shihab sudah merestui Habib Salim dan UAS sebagai Cawapres Prabowo sesuai ijtimak ulama.

Kepentingan pun bicara, politik kardus sudah sesuai kesepakatan dan Sandiaga Uno harus rela melepas jabatannya di DKI 2 dan meninggalkan Anies seorang diri. Manuver gila demi ambisi kekuasaan Prabowo mengambil jalan pintas lantaran membutuhkan biaya tinggi dalam kontestasi Pilpres 2019.

Nampaknya figur nasionalis-religius yang dinilai potensial dalam memenuhi harapan masyarakat luas bukan hal utama untuk mantan Danjen Kopassus yang belakangan santer dijuluki Jendral Kardus oleh elit Partai Demokrat.

Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief melampiaskan kekesalannya terhadap Prabowo pasca nama Sandiaga Uno digadang-gadang sebagai cawapres pilihan Prabowo, pada Rabu malam (9/8/2018). Andi Arief tak segan-segan menyebut Prabowo sebagai Jenderal Kardus. Selain itu Andi membeberkan Sandiaga yang mampu membayar PAN dan PKS serta Prabowo hingga menghianati Demokrat.

“Jenderal Kardus punya kualitas buruk, kemarin sore bertemu Ketum Demokrat dengan janji manis perjuangan. Belum dua puluh empat jam mentalnya jatuh ditubruk uang sandi uno untuk mengentertain PAN dan PKS.”

Jika UAS menolak sebagai cawapres lalu kenapa Prabowo tidak memilih Habib Salim dan kenapa memilih Sandiaga Uno?

Lagi-lagi uang diatas segalanya. Hal inilah yang membuat Prabowo buta dan memilih jalannya sendiri. Jika Sandiaga Uno mampu melupakan warga Jakarta dan menghianti san Gubernur tidak menutup kemungkinan Prabowo akan dilibas oleh Cawpres pilhannya sendiri.

Perlu diingat! Menolak Habib Salim hasil ijtimak ulama maka menolak Salim berarti menolak hasil ijtimak ulama!

Mari dukung gerakan moral untuk tidak milih pemimpin yang kotor dan tidak menghargai Ulama serta hanya orientasi kepada materi semata, seperti Sandiaga Uno yang menjadi Wagub 100 M dan skrg menjadi Cawapres 1 T.