UAS Disebut Kecewa karena Selalu Dibuntuti Tim Kampanye 02

0
1011
UAS Disebut Kecewa karena Selalu Dibuntuti Tim Kampanye 02

Seorang menamakan diri Sinta Agustin, mengaku team media Ustaz Abdul Somad (UAS), mengatakan bahwa UAS netral di Pilpres 2019. Siaran pers ini dibuat menyusul viral video perbincangan UAS dan Prabowo Subianto yang menunjukkan isyarat UAS mendukung calon presiden nomor urut 02 tersebut.

“Tentang isu yang beredar yang menyatakan Ustaz Abdul Somad mendukung salah satu calon presiden, Ustaz Abdul Somad mengaku kecewa karena dirinya selalu dikaitkan dengan pasangan calon 02 dalam Pilpres 2019,” kata Tim Media UAS, Sinta Agustin dalam keterangan tertulis, Jumat 12 April 2019.

Ia menambahkan, kekecewaan UAS muncul karena tim kampanye Paslon 02 yang selalu membuntuti ceramah UAS kerap mempengaruhi para jamaah untuk meneriakkan slogan-slogan kampanye Paslon 02. Ustaz Abdul Somad mengaku kecewa karena dirinya selalu dikaitkan dengan pasangan calon 02 dalam Pilpres 2019.

Siaran pers tersebut juga menyebutkan UAS mengatakan bahwa meme dan tulisan yang menyatakan UAS mendukung salah satu capres adalah hoaks.

Sebelumnya, Ustaz Abdul Somad akrab disapa UAS menyampaikan isyarat bahwa calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto akan mengalahkan calon presiden nomor urut 01 Jokowi dalam Pilpres 2019. Tanda-tanda itu begitu kuat. UAS mengatakan saat berceramah di berbagai tempat di Tanah Air, jamaahnya mengangkat dua jari perlambang dukungan untuk Prabowo.

Hal tersebut terlihat dalam perbincangannya bersama Prabowo direkam dalam video berdurasi 12 menit 51 detik berjudul ‘Ustadz Abdul Somad Bertemu Capres Prabowo Subianto 02’ diunggah di kanal YouTube Tafaqquh video, Kamis 11 April 2019.

Dalam video tersebut UAS juga menceritakan pertemuannya dengan semua ulama yang memberikan isyarat sama bahwa Prabowo akan menjadi presiden periode 2019-2024.

Kalau Prabowo benar akan menjadi presiden Indonesia, UAS memintanya untuk menjadi pemimpin yang adil. UAS juga menyampaikan harapan pribadinya.

“Kalau memang nanti Bapak duduk jadi presiden, terkait dengan saya pribadi, dua saja. Pertama, jangan Bapak undang saya ke Istana. Biarkan saya berdakwah masuk ke dalam hutan. Kedua, jangan beri Bapak, saya jabatan apa pun,” katanya.