Ulama : Hindari Majelis Yang Mengajarkan Radikalisme dan Kesesatan

0
378
Radikal sesat

RadarKontra – Beberapa kejadian teror akhir-akhir ini disayangkan beberapa pihak karena pelakunya (biasa disebut pengantin) justru dari kalangan pemuda  produktif yang bahkan masih mempunyai tanggung jawab anak-anak yang masih kecil, seperti pada pelaku Bom Kampung Melayu, Mei 2017 lalu. Ajaran-ajaran Islam yang diajarkan oleh para penyesat di Majelis-majelis sesat yang justru mengatasnamakan dirinya agama membuat banyak kaum muda tersihir dan dan ingin beramal lebih baik namun tanpa ilmu agama yang benar.

Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas menyayangkan berapa banyak anak-anak muda di era sekarang semangat untuk mencari ilmu agama tapi duduk di majelis yang sesat. Ustadz Yazid bahkan menyebut majelis-majelis inilah yang justru membinasakan mereka karena hanya mengajarkan jihad tanpa ilmu, misal dalam ajaran radikalisme hngga terorisme.

“Liat yang mengajarkan tentang jihad sana, jihad sini … tanpa ilmu !” Ujar Yazid, “Itu anak-anak muda tapi sesat mereka dalam beragama, maka kita ajarkan anak kita tentang manhaj agar mereka dalam mempelajari agama tidak tersesat” tambahnya.

Mereka diajarkan bukan oleh ulama atau bukan orang yang berilmu, hanya mengandalkan semangat bermodalkan keberanian tapi tidak berilmu, akibatnya perbuatan mereka dianggap Ustadz Yazid hanya merusak Agama Islam dan kaum muslimin pada umumnya. Mereka disesatkan ajaran-ajaran yang diatasnamakan agama Islam bahkan disayangkan bahwa apa yang dikerjakan untuk merusak tersebut adalah benar ajaran Islam.

Ustadz Yazid menyebut agar anak-anak muda Indonesia yang semangat dan berkeinginan keras mencari ilmu agama tidak tersesat ke dalam majelis-majelis yang sesat tersebut, perlu diajarkan Manhaj. Manhaj menurut bahasa artinya jalan yang jelas dan terang sedang menurut istilah, manhaj ialah kaidah-kaidah dan ketentuan-ketentuan yang digunakan bagi setiap pembelajaran ilmiyyah.

Manhaj diperlukan supaya apa yang dipelajari pembelajar ini agar lurus sesuai ajaran Islam sesungguhnya, karena menurut Yazid tidak mungkin Islam mengajarkan pengrusakan tanpa Hak, membunuh atau menumpahkan darah, merusakan bangunan dan sebagainya tanpa Hak, sedang dalam Islam sebuah duri pun jika disingkirkan dari jalanan merupakan bagian dari keimanan.

Dalam bagian akhir ceramahnya Ustadz Yazid menyebut Umat Islam selain tetap bertujuan kepada kebangkitan Agama namun jangan sampai malah mendapatkan kesesatan dalam mempelajari agama itu sendiri, karena pasti akan dimanfaatkan musuh-musuh Islam dalam melemahkan kembali barisan umat Islam.