UNWTO Apresiasi Terpilihnya RI sebagai Destinasi Prototipe untuk Wisata Gastronomi

0
102

Sejak beberapa tahun terakhir, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tengah gencar menjadikan Ubud sebagai destinasi gastronomi dunia atau lebih akrab wisata kuliner. Meskipun Wisata gastronomi saat ini masih terdengar asing di Indonesia.

Istilah wisata gastronomi memang lebih bergaung di luar negeri dibanding dalam negeri. Oleh Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO), wisata gastronomi adalah sebuah perjalanan yang berhubungan dengan makanan ke suatu daerah dengan tujuan rekreasi.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar Vita Datau menjelaskan bahwa Ubud memiliki beragam makanan yang memiliki cita rasa khas, yang tak terlepas dari budaya mereka yang sangat kental.

“Kalau bicara gastronomi, local wisdom, otenticity, itu harus digarisbawahi. Jadi kalau bicara Ubud, kita akan bicara makanan-makanan yang ada di situ dengan culture-nya,” katanya usai jumpa pers Ubud & Gianyar UNWTO Prototype Gastronomi Destination di Jakarta, Selasa, 11 Juni 20019.

Beberapa makanan itu, di antaranya sambal matah, bebek garing, bumbu base genep, lawar. Selain itu, beraneka ragam makanan yang disajikan saat upacara adat.

“Di mana-mana kita susah mendapatkan makanan dan ritual (seperti) itu agak sulit. Itu salah satu kekuatan kita, sehingga mereka langsung jatuh cinta,” ujarnya.

Lebih rinci Vita menjelaskan bahwa ada tiga tahapan penting dalam proses mengangkat Ubud menjadi destinasi gastronomi dunia. Pertama, melakukan inventarisasi aset dan atraksi gastronomi termasuk memetakan kesiapan industri dan pelaku usaha, yang kemudian dibukukan dalam sebuah laporan dan diajukan ke UNWTO.

Kedua, penilaian oleh UNWTO dan dilakukan kick off proses verifikasi dan analisis melalui metode yang cukup detail, termasuk wawancara kepada semua stakeholder gastronomi, food and beverages, produsen, hotel, restoran, chef, inisiator food festival, pemerintah daerah, penyedia transportasi, akademisi, serta wisatawan lokal dan asing.

Proses di lapangan akan berlangsung delapan hari di Ubud, Gianyar, dan sekitarnya. Sedangkan proses pengumpulan data bakal dilakukan secara online dan offline selama tiga minggu. Pada tahap ini juga dilakukan perencanaan dan strategi rekomendasi. Ketiga, rekomendasi yang perlu diterapkan dan dilakukan oleh stakeholder untuk kemudian dilakukan penilaian kedua yang dijadwalkan awal Agustus 2019.

Vita mengatakan, pihaknya melihat potensi yang besar di Indonesia dengan aset gastronomi yang sangat luar biasa terutama keberagaman budaya dan bahan pangan lokal, yang bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara.

“Program ini adalah satu dari strategi pengembangan wisata kuliner Kemenpar, yakni menaikkan popularitas destinasi kuliner yang lebih dikenal dunia sebagai destinasi gastronomi ke standar internasional,” ujarnya.

Jika semua proses dilakukan dengan benar, maka Ubud dapat dinyatakan sebagai destinasi gastronomi prototipe UNWTO, yang telah sesuai dengan gastronomy destination development guideline UNWTO.

“Diharapkan program ini akan selesai secepatnya dan Ubud menjadi prototype gastronomy holistik pertama di Indonesia dan dunia,” ucapnya.

Sementara itu, Tim UNWTO diwakili oleh Aditya Amaranggana sebagai Project Specialist mengatakan, pihaknya mengapresiasi Indonesia akhirnya berhasil terpilih sebagai destinasi prototipe untuk wisata gastronomi.

“Kami salut dengan kerja sama yang terjalin sejak 2017 hingga mencapai tahap ini. Tiga hal yang penting program ini bahwa satu fokus UNWTO 2019 adalah SDG’s, kedua program ini bisa membantu pencapaian SDG’s 2030 karena gastronomi adalah sebuah ekosistem hulu ke hilir yang menyentuh banyak poin di SDG’s,” kata Aditya