WNI di Malaysia Dijatuhi Hukuman 18 Bulan Terkait Kepemilikan Konten ISIS

0
158
WNI di Malaysia Dijatuhi Hukuman 18 Bulan Terkait Kepemilikan Konten ISIS
WNI di Malaysia Dijatuhi Hukuman 18 Bulan Terkait Kepemilikan Konten ISIS

Muhammad Andi Pribadi alias Mohd Al-Arshy, Warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia dijatuhi hukuman 18 bulan penjara oleh Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur atas kepemilikan konten foto dan video yang berkaitan dengan kelompok teroris ISIS.

Jaksa membacakan dakwaannya sebelum Hakim Mohd Nazlan Mohd Ghazali menjatuhkan vonis seperti dilansir dari laman The Star, Kamis (18/10/2018).

Terdakwa, yang berasal dari Jawa Timur ini dituduh memiliki lima gambar dan sembilan video yang terkait dengan Negara Islam atau ISIS. Pelanggaran itu terjadi di Restoran Klasik Hijau, Jalan Awan Hijau, Taman Overseas Union pada pukul 3 sore tanggal 17 Januari lalu.

Andi yang merupakan pekerja konstruksi didakwa melanggar Pasal 130JB ayat (1) huruf (a) dari undang-undang pidana Malaysia yang memberikan hukuman maksimum tujuh tahun penjara atau denda.

Duta Besar RI untuk Malaysia Rusdi Kirana membenarkan kabar tersebut. Ia menjelaskan, bahwa Andi telah dipindahkan ke Penjara Kajang Lelaki, Selangor.

Rusdi mengatakan Andi ditangkap Unit E8M Departemen Pemberantasan Terorisme Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) pada 17 Januari 2018 di kawasan Brickfields, Kuala Lumpur.

Andi, kata Rusdi menjelaskan juga telah mengakui memiliki seluruh konten berbau terorisme tersebut.

Lebih lanjut kata Rusdi, pria 24 tahun ini juga mengaku bahwa dirinya memang memiliki simpatisan terhadap ISIS sejak 2017 lalu.

Dengan adanya kejadian ini, diharapkan agar WNI di luar negeri mengetahui dan mematuhi aturan hukum yang berlaku di negara yang dituju. Karena itu diimbau kepada masyarakat luas agar menjauhi semua perbuatan yang bersinggungan dengan radikalisme dan ektrimisme.