Yang Terjadi ketika Memanggil Orang Lain Kafir

96 Views

Keputusan Nahdlatul Ulama untuk mengganti kafir dengan sebutan non-muslim terbukti benar adanya. Gara-gara memanggil orang lain kafir, emak-emak pendukung Prabowo nyaris baku hantam dengan massa. Pasalnya, orang yang diejek kafir tersebut tidak terima.

Kejadian itu viral di media sosial. Dalam video, emak-emak pendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terlibat adu mulut bahkan saling dorong. TKN Jokowi-Ma’ruf dan BPN Prabowo-Sandi memberikan komentar senada, menyesalkan kejadian itu.

Pada Jumat (29/3/2019), dalam video tersebut dua ibu-ibu berpakaian serba putih merupakan pendukung Prabowo. Mereka bertemu dengan sejumlah orang yang merupakan pendukung Jokowi. Menurut keterangan video, keributan itu terjadi di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam video berdurasi 1.28 menit itu, entah bagaimana awalnya, dua orang perempuan yang mengenakan hijab berhadap-hadapan dengan rombongan pendukung Jokowi. Mereka tampak terlibat perdebatan. Salah seorang perempuan berkerudung mengacungkan salam dua jari khas pendukung Prabowo-Sandi.

Seorang ibu-ibu dari rombongan pendukung Jokowi-Ma’ruf merangsek ke hadapan ibu berhijab yang salam dua jari. Ibu lalu berteriak: “Lu bilang gue kafir?”

Si ibu pendukung Prabowo langsung mendorong perempuan tersebut. Si perempuan balik menarik kerudungnya. Keduanya kemudian dipisahkan. Ibu-ibu pendukung Prabowo berjalan menjauh. Namun, teriakan dari pendukung Jokowi masih sesekali terdengar.
“Bu, kafir itu kalau nggak punya agama,” teriak salah seorang pria.

“Ibu, jangan suka bilang orang kafir. Semua orang bisa marah,” ujar yang lainnya.

Teriakan itu tidak digubris. Ibu-ibu pendukung Prabowo itu terus berjalan menyusuri trotoar. Terakhir kali, ada seorang pria yang berteriak agar ibu-ibu itu pulang ke rumah Prabowo.

“Woi ibu, ibu, pulang ke rumah Prabowo,” kata si pria.

Merespons video tersebut, Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma’ruf, Ade Irfan Pulungan menyayangkan adanya gesekan di antara pendukung. Apalagi, kata dia, ada teriakan kafir yang ditujukan kepada pendukung paslon 01.

“Di satu sisi ini kan menganggap pendukung salah satu paslon bahwa paslon mereka yang paling sempurna, hebat, tanpa kekurangan. Ini kan yang tidak boleh. Menuduh seseorang dengan kalimat yang kita belum tahu kebenarannya, apalagi di depan publik,” ujar Ade.

Ade berharap hal serupa tidak terulang. Ia meminta elite politik juga menyampaikan narasi agar para pendukung saling menghormati.

“Ini sesuatu yang berbahaya dan harus kita hindarkan. Kita tidak bisa menganggap paslon kita paling sempurna hanya karena didukung kelompok tertentu,” kata dia.

BPN Prabowo-Sandi menyampaikan hal senada. Juru bicara BPN, Andre Rosiade meminta seluruh pihak tidak mudah terprovokasi menjelang Pilpres 2019. Namun, dia menegaskan BPN Prabowo-Sandi tidak mengetahui persis soal video tersebut.

“Tentu kita mengimbau seluruh pihak untuk menurunkan tensi. Kita tidak usah, kami tidak tahu ya. Intinya melihat video itu kan ada gesekan di lapangan, kita nggak tahu apakah itu pendukung Pak Prabowo atau pendukung Pak Jokowi. Yang pasti ini ada gesekan di antara masyarakat. Tentu harapan kita menjelang pemilu elite-elite saling menahan diri untuk berkomentar,” ucap Andre.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *